Adijaya, 30 Mei 2026 – Dewan Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Adijaya menggelar musyawarah pembangunan yang bertempat di kediaman Bapak Hakim Khudori pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua Yayasan, Bapak Sholihin, dan dihadiri oleh Bapak Nur Wahid selaku Kepala Seksi Pembangunan Yayasan beserta jajaran pengurus lainnya.
Musyawarah ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari selesainya pembangunan Gedung Kantor TK Darussalam Adijaya yang telah menjadi salah satu program prioritas yayasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam Adijaya. Setelah pembangunan gedung kantor TK rampung, yayasan mulai memfokuskan perhatian pada program pembangunan berikutnya, yaitu Aula Asrama Putri.
Dalam pembahasan tersebut, para pengurus yayasan menyampaikan bahwa keberadaan aula asrama putri saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting. Seiring bertambahnya jumlah santriwati dan semakin banyaknya kegiatan kepesantrenan yang dilaksanakan, diperlukan sebuah fasilitas yang memadai untuk menunjang aktivitas pembelajaran, ibadah, dan pembinaan karakter santriwati.
Aula Asrama Putri direncanakan menjadi pusat kegiatan santriwati yang multifungsi. Selain digunakan sebagai tempat berkumpul dan pembinaan, aula tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan ngaji sorogan, yakni pembelajaran kitab kuning secara langsung antara santri dan ustazah atau pembimbing. Metode sorogan yang menjadi salah satu tradisi pendidikan pesantren membutuhkan tempat yang nyaman dan kondusif agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
Selain untuk kegiatan mengaji, aula juga akan digunakan sebagai tempat shalat berjamaah, khususnya pada kegiatan-kegiatan tertentu yang melibatkan seluruh santriwati. Dengan adanya aula yang representatif, pelaksanaan ibadah berjamaah diharapkan dapat berjalan lebih tertib, nyaman, dan khusyuk.
Tidak hanya itu, aula juga direncanakan menjadi sarana pelaksanaan berbagai kegiatan pendidikan, pengajian rutin, pelatihan keterampilan, pembinaan akhlak, rapat santriwati, kegiatan seni Islami, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Dengan demikian, aula tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan generasi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.
Dalam arahannya, Bapak Sholihin menyampaikan bahwa pembangunan sarana pondok harus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan yayasan. Beliau menegaskan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan harus memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri dan mendukung visi Pondok Pesantren Darussalam Adijaya dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah serta memiliki pemahaman agama yang kuat.
Sementara itu, Bapak Nur Wahid memaparkan beberapa gambaran awal mengenai konsep pembangunan aula yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan santriwati serta kondisi lahan yang tersedia. Beliau berharap pembangunan ini dapat memperoleh dukungan dari seluruh keluarga besar pondok, alumni, wali santri, dan masyarakat sekitar.
Hasil musyawarah yang telah disepakati oleh Dewan Yayasan selanjutnya akan dihaturkan (disampaikan) dan disoankan kepada Bapak Yai selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Adijaya untuk memperoleh arahan, pertimbangan, serta restu sebelum program pembangunan tersebut direalisasikan. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan dan kebijakan pengasuh pondok dalam menentukan langkah-langkah strategis pengembangan pesantren.
Melalui musyawarah ini, Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Adijaya menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan demi menunjang kegiatan keilmuan, ibadah, dan pembinaan karakter santri. Diharapkan pembangunan Aula Asrama Putri dapat segera terwujud dan menjadi fasilitas yang memberikan manfaat besar bagi generasi santriwati Darussalam Adijaya pada masa yang akan datang.